Hai guys, seringkali kita mendengar seseorang
mengatakan “sampai kapan aku harus
bersabar” atau “Sabar
juga ada batasnya..”, benarkah…?? mungkin benar, karena semua yang
berlaku di alam dunia memang berbatas, namun kapan sebenarnya kita harus berhenti
bersabar?
Ketika kita memutuskan untuk berhenti
melakukan sebuah kegiatan, maka kegiatan tersebut tidak akan kita lakukan lagi.
Begitu juga dengan sikap sabar, ketika kita memutuskan untuk berhenti bersabar,
maka kemudian kita akan menjadi orang yang tidak sabar lagi.
Pengertian SABAR menurut bahasa yang umum adalah menahan dan mencegah,
sedangkan dalam pandangan hidup orang jawa sabar dapat diartikan “nrimo ing
pandum” yang artinya terima apa adanya.
Sabar adalah menerima kenyataan yang ada,
namun kita tetap berusaha untuk memperbaiki keadaan menjadi lebih baik dari
saat ini. Yakinlah bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri manusia bukan
terjadi karena kebetulan atau karena tidak sengaja, namun semua itu sudah
diatur, bahkan sebelum manusia itu dilahirkan, semua rezeki, kesehatan,
kesialan dan keberuntungan kita sudah ada yang mengatur, dan semua yang kita
lakukan tidak ada satu hal pun yang luput dari penglihatan sang pencipta Allah
SWT. Dan Allah SWT tidak mengabaikan usaha dan do’a yang setiap saat kita
lakukan, Allah SWT tahu kapan kita akan menikmatinya, dan di dalam semua itu
pasti ada hikmah dan berkah bagi kita.
Perjalanan hidup yang penuh liku dan
konflik seakan menjadi beban yang amat berat untuk dipikul dipundak kita.
Melalui tahapan-tahapan ini begitu sulit untuk dilampaui, hanya dengan pasrah
dan doa kepada Yang Maha Kuasa lah perjuangan hidup ini diserahkan. Kita hanya
berusaha, tapi Allah lah yang menentukan.
Ketika kita meminta setangkai bunga
segar, yang ada malah kaktus jahat berduri. Ketika yang diminta binatang cantik
nan lucu, diberikanlah ulat bulu menjijikan dan menggelikan.
Apabila kita berjalan di tengah padang
pasir nan tandus, menemukan sumber air pun sulit sebagai penawar dahaga,
sementara kita terus berjalan hingga lelah karena jauhnya perjalanan di tengah
padang pasir itu. Tapi, sampai suatu saat perjalanan dipadang tandus berakhir
dengan ditemukannya perkampungan, ada kehidupan. Semua itu karena setiap muara
ada hulunya, ada ujung ada pangkalnya. Semua ada hikmahnya, ada kenyang setelah
kelaparan, ada kesejukan setelah dahaga.
Disini hukum alam berlaku dimana kaktus
yang jahat berduri hingga melukai, akan berbunga indah pada akhirnya. Ulat Bulu
menjijikan dan membuat gatal akan bermetamorfosa menjadi kupu-kupu indah bebas
beterbangan.
Itulah jalan-Nya, semua indah pada
waktunya. Kesulitan hingga membuahkan kesedihan, kekecewaan, atau keterpurukan
adalah jalan menuju kebahagiaan. Allah tidak akan memberikan apa yang kita
perlukan atau apa yang kita harapkan. Tapi Dia sedang merajut apa yang terbaik
untuk kita. Jadi kita harus bersabar hingga semua indah pada waktunya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar