Kamis, 15 Maret 2012

Semua pasti indah pada waktunya


Hai guys, seringkali kita mendengar seseorang mengatakan “sampai kapan aku harus bersabar” atau “Sabar juga ada batasnya..”, benarkah…?? mungkin benar, karena semua yang berlaku di alam dunia memang berbatas, namun kapan sebenarnya kita harus berhenti bersabar?
Ketika kita memutuskan untuk berhenti melakukan sebuah kegiatan, maka kegiatan tersebut tidak akan kita lakukan lagi. Begitu juga dengan sikap sabar, ketika kita memutuskan untuk berhenti bersabar, maka kemudian kita akan menjadi orang yang tidak sabar lagi.
Pengertian SABAR menurut bahasa yang umum adalah menahan dan mencegah, sedangkan dalam pandangan hidup orang jawa sabar dapat diartikan “nrimo ing pandum” yang artinya terima apa adanya.
Sabar adalah menerima kenyataan yang ada, namun kita tetap berusaha untuk memperbaiki keadaan menjadi lebih baik dari saat ini. Yakinlah bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri manusia bukan terjadi karena kebetulan atau karena tidak sengaja, namun semua itu sudah diatur, bahkan sebelum manusia itu dilahirkan, semua rezeki, kesehatan, kesialan dan keberuntungan kita sudah ada yang mengatur, dan semua yang kita lakukan tidak ada satu hal pun yang luput dari penglihatan sang pencipta Allah SWT. Dan Allah SWT tidak mengabaikan usaha dan do’a yang setiap saat kita lakukan, Allah SWT tahu kapan kita akan menikmatinya, dan di dalam semua itu pasti ada hikmah dan berkah bagi kita.
Perjalanan hidup yang penuh liku dan konflik seakan menjadi beban yang amat berat untuk dipikul dipundak kita. Melalui tahapan-tahapan ini begitu sulit untuk dilampaui, hanya dengan pasrah dan doa kepada Yang Maha Kuasa lah perjuangan hidup ini diserahkan. Kita hanya berusaha, tapi Allah lah yang menentukan.
Ketika kita meminta setangkai bunga segar, yang ada malah kaktus jahat berduri. Ketika yang diminta binatang cantik nan lucu, diberikanlah ulat bulu menjijikan dan menggelikan.
Apabila kita berjalan di tengah padang pasir nan tandus, menemukan sumber air pun sulit sebagai penawar dahaga, sementara kita terus berjalan hingga lelah karena jauhnya perjalanan di tengah padang pasir itu. Tapi, sampai suatu saat perjalanan dipadang tandus berakhir dengan ditemukannya perkampungan, ada kehidupan. Semua itu karena setiap muara ada hulunya, ada ujung ada pangkalnya. Semua ada hikmahnya, ada kenyang setelah kelaparan, ada kesejukan setelah dahaga.
Disini hukum alam berlaku dimana kaktus yang jahat berduri hingga melukai, akan berbunga indah pada akhirnya. Ulat Bulu menjijikan dan membuat gatal akan bermetamorfosa menjadi kupu-kupu indah bebas beterbangan.
Itulah jalan-Nya, semua indah pada waktunya. Kesulitan hingga membuahkan kesedihan, kekecewaan, atau keterpurukan adalah jalan menuju kebahagiaan. Allah tidak akan memberikan apa yang kita perlukan atau apa yang kita harapkan. Tapi Dia sedang merajut apa yang terbaik untuk kita. Jadi kita harus bersabar hingga semua indah pada waktunya :)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar